<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997</id><updated>2011-09-28T10:08:25.456-07:00</updated><title type='text'>Investasi kita</title><subtitle type='html'>Disini adalah blog yang membicarakan tentang investasi khususnya Reksa Dana.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>16</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-1124538379543405087</id><published>2010-12-28T05:52:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T05:53:16.139-08:00</updated><title type='text'>Uang bekerja untuk anda, bukan anda bekerja untuk uang</title><content type='html'>Bekerja atau bisnis itu tidak penting ...&lt;br /&gt;Itu hanya state of condition saja ...&lt;br /&gt;yang paling penting adalah mencapai financial freedom. Financial freedom itu bisa dicapai melalui 3 asset class.&lt;br /&gt;1. Paper asset (bisa saham, reksadana, ORI, deposito, dll)&lt;br /&gt;2. Property yang menghasilkan (bisa kost-kostan, condotel, apartement, etc)&lt;br /&gt;3. Bisnis (terserah mo bisnis apa)&lt;br /&gt;Yang paling bagus adalah kita punya 3 asset class itu sekaligus dan memanfaatkannya untuk memperoleh passive income ... biasanya sich dimulai satu satu ... Kalo ane geraknya dari paper merambah ke property dan nanti akhirnya bisnis (sudah menjalani beberapa bisnis tapi masih belon ada yang benar-benar pas nich ... masih terus mencoba dan mencoba).&lt;br /&gt;Ingat real freedom ada pada kata "passive", so kalo menurut ane jika masuk ke dunia bisnis masuklah bisnis yang memerlukan sedikit kehadiran bro ... atau bikinlah sistem yang membuat keterlibatan bro menjadi minimal ... caranya gimana ? coba baca buku "The four hours workweek : Escape 9-5, live anywhere, and join the new rich" karya timothy ferris (ane pengen banget punya lifestyle seperti dia) ... dia mengungkapkan secara rinci cara mengatur bisnis biar bisa berjalan ostosmastis tanpa kehadiran dia, dan membuat dia bisa menggapai level "new rich" ... kemerdekaan terhadap waktu dan kemampuan mobility (dia suka traveling ke tempat-tempat eksotik dunia dan mempelajari hal yang baru hehehe). Caranya dengan menggunakan metode D.E.A.L (Definition, Elimination, Automation, Liberation) ... pembahasan lebih detailnya baca bukunya yeee hehehe&lt;br /&gt;&lt;p&gt; Kalo bikin bisnis yang membuat kita tie ke rutinitas bisnis sich kalo menurut ane cuma memindahkan kesibukan dari bekerja ke bisnis. tapi pada intinya kita masih sibuk hehehe&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;#dari forum sebelah&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-1124538379543405087?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/1124538379543405087/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=1124538379543405087' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/1124538379543405087'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/1124538379543405087'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2010/12/uang-bekerja-untuk-anda-bukan-anda.html' title='Uang bekerja untuk anda, bukan anda bekerja untuk uang'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-3106393569899478233</id><published>2009-04-01T21:42:00.000-07:00</published><updated>2009-04-01T21:43:36.303-07:00</updated><title type='text'>Inflasi Maret 2009</title><content type='html'>Jakarta - Kenaikan harga emas perhiasan masih menjadi penyumbang inflasi Maret 2009 yang sebesar 0,22%. Pada bulan Maret 2009, kenaikan harga emas perhiasan menyumbang inflasi paling tinggi yaitu 0,06%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/4/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kita tahu sampai Maret kurs rupiah terus tinggi dan sehingga harga emas perhiasan terus naik," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain harga emas perhiasan, komoditas yang menyumbang inflasi adalah bawang merah menyumbang 0,03% karena suplai yang berkurang. Lalu gula pasir menyumbang inflasi 0,03% karena kenaikan harga gula di tingkat agen. Kemudian kontrak dan sewa rumah yang masing-masing menyumbang inflasi 0,03% dan 0,02%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cabe rawit menyumbang inflasi 0,02% karena pasokan yang berkurang, tarif rumah sakit juga menyumbang inflasi 0,02% karena meningkatnya biaya operasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Namun ada juga barang yang menyumbang deflasi di Maret 2009, antara lain cabe merah menyumbang inflasi 0,05%, ikan segar 0,04%, beras 0,02%, daging ayam ras 0,02%, bahan bakar rumah tangga 0,02%," paparnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rusman mengatakan kelompok bahan makanan pada Maret 2009 menyumbang deflasi dan situasi ini jarang terjadi. "Deflasi yang disumbang bahan makanan adalah 0,26%, ini menunjukkan pasokan bahan makanan mencukupi," pungkasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS mencatat inflasi Maret 2009 sebesar 0,22%. Inflasi tahun kalender dari Januari-Maret 2009 tercatat sebesar 0,36%, sementara inflasi year on year atau Maret 2009 terhadap Maret 2008 mencapai 7,92%. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harga Grosir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BPS juga mencatat selama Februari 2009 Indeks harga grosir/agen atau Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) Umum naik 1,94 persen dibanding bulan sebelumnya. Kenaikan IHPB terbesar terjadi pada barang-barang Impor sebesar 3,98 persen, utamanya minyak bumi yang memberi andil sebesar 1,26 persen. IHPB Sektor Pertanian, Pertambangan &amp;amp; Penggalian, Industri,dan barang Ekspor masing-masing naik 1,43 persen; 0,50 persen; 0,78 persen; dan 3,58 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Februari 2009, komoditas yang harga grosirnya naik antara lain: kelapa sawit (12,95%), beras (2,8%); barang ekspor bijih tembaga (19,31%), gas alam cair (10,66%), dan minyak bumi (9,11%). Sedangkan yang IHPB-nya turun antara lain minyak diesel (-4,87%), solar industri (-3,52% ) dan timah ekspor (-4,44%).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;IHPB Bahan Bangunan/Konstruksi di Februari 2009 naik sebesar 0,16 persen terhadap bulan sebelumnya, terutama disebabkan kenaikan harga grosir aspal (1,93%), cat tembok (0,60%), dan kaca lembaran (0,23%). Namun yang mengalami penurunan harga grosir antara lain besi beton (-2,25%), asbes gelombang (-1,27%), dan kayu lapis (-0,50%).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : detikfinance.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-3106393569899478233?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/3106393569899478233/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=3106393569899478233' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3106393569899478233'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3106393569899478233'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2009/04/inflasi-maret-2009.html' title='Inflasi Maret 2009'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-7935794460759041751</id><published>2009-02-28T23:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T23:33:03.339-08:00</updated><title type='text'>Masih Bebas Pajak, Peluang Beli Reksa Dana</title><content type='html'>Jakarta - Reksa dana obligasi masih bebas pajak hingga 2010. Belum adanya beban pajak ini, membuat reksa dana penghasilan tetap menjadi salah pilihan untuk melakukan investasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah menerbitkan peraturan 16/2009 yang menetapkan selama 2009-2010, bunga atau diskonto obligasi yang jadi pemasukan reksa dana akan terkena pajak 0%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mulai tahun 2011 hingga 2013, bunga obligasi di reksa dana akan terkena pajak final sebesar 5%. Baru pada 2014 dan seterusnya, bunga obligasi di reksa dana akan kena pajak 15%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Peraturan pemerintah tentang Pajak Penghasilan atas Penghasilan menyatakan capital gain dan bunga obligasi tidak ada pajaknya hingga 2010, maka kami percaya saat ini adalah peluang yang paling tepat untuk melakukan investasi pada produk reksa dana pendapatan tetap," ujar Direktur MMI, Andreas M. Gunawidjaja dalam konferensi pers di Menara Sudirman, Jakarta, Selasa (24/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain belum ada pajak, faktor lain yang membuat reksa dana cukup layak dikoleksi saat ini adalah penurunan suku bunga bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Penurunan tingkat suku bunga seiring dengan penurunan inflasi merupakan prospek yang bagus bagi para investor untuk menanamkan dananya pada reksa dana pendapatan tetap yang berbasis obligasi," ujar Andreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat peluang itu, PT Mandiri Manajemen Investasi (MMI) akan memfokuskan pengembangan produk reksa dana pendapatan tetap berbasis obligasi di 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, melihat peluang tersebut, perseroan telah menerbitkan reksa dana pendapatan tetap Syariah Mandiri Investa Dana Syariah (MIDS) pada Februari 2009 dengan komposisi 80-100% pada obligasi syariah (sukuk).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseroan juga menerbitkan produk reksa dana terproteksi yang berbasis obligasi yaitu Reksa Dana Mandiri Capital Protected Income Fund 14 (MCPIF 14) dengan imbal hasil 9,00% per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Komposisi investasi produk ini 80-100% ditempatkan pada obligasi pemerintah, sisanya pada instrumen pasar uang dan dana kas," kata Andreas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produk ini, Andreas melanjutkan, akan didistribusikan oleh Bank HSBC dengan tanggal emisi 25 Februari 2009 dan perolehan dana kelolaan sebesar Rp 185 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perseroan juga berencana akan menawarkan reksa dana terproteksi Dana Pendapatan Berkala Seri 7 (MDPB 7). Produk tersebut akan didistribusikan oleh Bank UOB Buana, Bank Commonwealth, DBS Bank, dan Bank Internasional Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Indikasi imbal hasil produk ini adalah 12% per tahun, penempatan dananya nanti pada surat utang korporasi sebanyak 90-100%, sisanya pada instumen pasar uang dan kas, penawarannya akan dilakukan Maret 2009," ungkapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir 2008, perseroan telah meluncurkan 3 produk reksa dana konvensional dan 25 reksa dana terproteksi. Andreas mengatakan, total dana kelolaan MMI hingga akhir 2008 sebesar Rp 7,45 triliun atau naik 143,46% dibandingkan Rp 3,06 triliun pada akhir 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Per 19 Februari 2009, total dana kelolaan mencapai Rp 7,5 triliun. Paling besar porsinya dikontribusikan dari reksa dana terproteksi yang mencapai Rp 5,30 triliun," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andreas mengungkapkan, perseroan menargetkan pertumbuhan dana kelolaan mencapai 20% atau sekitar Rp 8,94 triliun hingga akhir 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Target perolehan dana kelolaan tersebut, ujar dia, terutama akan dikontribusikan dari produk reksa dana pendapatan tetap, reksa dana terproteksi dan, reksa dana syariah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : detikfinance.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-7935794460759041751?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/7935794460759041751/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=7935794460759041751' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7935794460759041751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7935794460759041751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2009/02/masih-bebas-pajak-peluang-beli-reksa.html' title='Masih Bebas Pajak, Peluang Beli Reksa Dana'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-6416416563298603277</id><published>2009-02-08T05:53:00.000-08:00</published><updated>2009-02-08T05:54:54.220-08:00</updated><title type='text'>Awas! Maret Inflasi Lagi</title><content type='html'>Jakarta - Inflasi diperkirakan bakal kembali terjadi pada bulan Maret 2009. Deflasi diprediksi hanya bertahan hingga akhir Februari 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maret inflasi akan terjadi lagi tapi kecil yaitu dikisaran nol koma hingga 0,1%," ujar ekonom Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Aviliani saat dihubungi detikFinance, Minggu (8/2/2009).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Aviliani, inflasi ini terjadi karena meningkatnya daya beli masyarakat. "Inflasi  terjadi karena adanya daya beli. Lagipula harga-hargakan tidak mungkin turun lagi," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya kampanye besar-besaran menjelang Pemilu legislatif yang akan berlangsung 5 April mendatang, imbuh Aviliani,  juga diprediksi akan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap inflasi di bulan maret.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pada bulan Maret, angka konsumsi dari partai politik akan semakin meningkat dan ini&lt;br /&gt;akan berimbas pada angka inflasi," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara pada Februari 2009, deflasi diperkirakan masih akan terjadi. Namun angkanya tidak akan terlalu besar. "Februari ini kemungkinan  masih deflasi, paling besar deflasinya sekitar 0,1%," ujar Aviliani.&lt;br /&gt;sumber : detikfinance.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-6416416563298603277?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/6416416563298603277/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=6416416563298603277' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/6416416563298603277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/6416416563298603277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2009/02/awas-maret-inflasi-lagi.html' title='Awas! Maret Inflasi Lagi'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-4109843690191930293</id><published>2009-01-17T10:11:00.000-08:00</published><updated>2009-01-17T10:27:11.753-08:00</updated><title type='text'>IHSG dalam Statistik</title><content type='html'>&lt;p&gt;Terdapat sekumpulan teori yang menyatakan bahwa ada suatu hari, bulan, atau waktu tertentu di mana pergerakan indeks mengalami anomali. Oleh karenanya berdasarkan teori-teori tersebut kita bisa mengetahui kapan waktu yang bagus atau jelek untuk berinvestasi. Teori-teori tersebut biasanya disebut dengan efek kalender. Teori-teori yang sudah umum didengar antara lain adalah monday effect, january effect, october effect, dan beberapa teori lainnya. Apakah teori-teori tersebut benar? Yah, namanya juga teori, bisa benar bisa juga tidak. Terkadang malah terdengar seperti mitos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun begitu, mungkin ada rasa penasaran yang timbul dalam hati kita untuk membuktikan kebenaran teori-teori tersebut. Saya akan mencoba membeberkan bagaimana perilaku IHSG pada waktu-waktu tertentu. Saya tidak akan mengikuti teori yang ada. Saya hanya akan mencoba memaparkan data dan Anda bisa menyimpulkan sendiri bagaimana hasilnya&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Bagaimana perilaku harian IHSG (Senin - Jumat)?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mitos yang beredar selama ini adalah jangan trading di hari Jumat karena banyak trader yang menjual sahamnya. Hari Jumat yang merupakan hari perdagangan terakhir mengandung risiko yang besar karena pada hari Sabtu Minggu kita tidak akan pernah tahu apa yang bisa terjadi. Benarkah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mengolah data harian IHSG dari tahun 1984 sampai dengan 2008 (Desember) ternyata hasilnya adalah sbb:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 226px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpDcnFXI/AAAAAAAAADc/_xXhDZObfVg/s320/daily_movement.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292328401785787762" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak seperti mitos yang ada, pada hari Jumat IHSG justru mengalami kenaikan rata-rata tertinggi sebesar 0.13%. Rata-rata perubahan harian IHSG adalah 0.06%. Artinya pada hari Jumat secara statistik kenaikannya rata-rata adalah lebih dari dua kali lipat dari hari-hari lainnya. Sementara hari Senin dan Selasa cenderung sideways dengan rata-rata perubahan 0.01% dan -0.02%. Hmm, interesting…&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Dalam setahun, kapankah IHSG memiliki kinerja terbaik?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda bukan day trader, mungkin akan lebih menyukai grafik di bawah ini. Saya mengolah data bulanan IHSG sehingga kita dapat mengetahui perubahan bulanan rata-ratanya. Mitos yang beredar selama ini adalah adanya Santa Claus Rally di bulan Desember dan kenaikan yang cukup tinggi di bulan Januari (January Effect). Sementara itu, bulan Oktober cenderung dihindari karena beberapa kali crash terjadi di bulan Oktober. Paling tidak, Dow Jones Industrial Average (DJIA) dua kali mengalami crash yang menyakitkan di bulan Oktober, yaitu pada tahun 1929 (Great Depression) dan pada tahun 1987 (Crash of 1987). Itu kejadian di AS. Bagaimana dengan di Indonesia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpKtP_8I/AAAAAAAAADU/6LiTQCn6rBw/s320/monthly_movement.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292328403734626242" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk kali ini hasilnya ternyata cukup sesuai dengan mitos yang ada. Pada bulan Desember, kenaikan rata-rata IHSG adalah 4.62%, jauh di atas kenaikan rata-rata bulanan sebesar 1.05% (lebih dari empat kali lipat). Terlebih lagi, kenaikan rata-rata IHSG pada bulan Desember adalah kenaikan bulanan tertinggi sepanjang tahun. Peringkat kedua adalah kenaikan rata-rata pada bulan Januari yaitu sebesar 3.79%. Paling tidak dari tahun 1989 sampai dengan 2008, mitos mengenai Santa Claus Rally dan January Effect masih benar Lalu bagaimana dengan October Effect? Walaupun memang benar pada bulan Oktober, IHSG rata-rata menurun sebesar -1.2% namun rata-rata penurunan terbesar adalah pada bulan September sebesar -2.68% dan bulan Agustus sebesar -1.57%. Dari grafik sepintas agak horor juga market pada bulan Agustus sampai dengan Oktober. Sekali lagi, itu hanyalah statistik, tidak bisa dijadikan pegangan mati.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Berapa harikah IHSG naik/turun secara berturut-turut dan kemudian berubah arah?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada hal lain yang menarik untuk diketahui terutama oleh para swing trader. Berapa harikah IHSG akan naik/turun secara berturut-turut dan kemudian berubah arah? Ada yang mengatakan 4 hari, 5 hari dan lain-lain. Mungkin kita melihat faktanya saja Saya menggunakan data harian IHSG dari tahun 1984 sampai dengan 2008.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 229px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpfrSROI/AAAAAAAAADk/pPKFqIJxbkc/s320/subsequent.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292328409363530978" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti yang sudah diduga. Tidak selamanya para bulls akan menang dan tidak selamanya para bear akan mendominasi. Kenaikan IHSG selama 5 hari berturut-turut selama kurun waktu hampir 25 tahun terakhir hanya terjadi sebanyak 59 kali. Setelahnya, kekuatannya melemah dan menyerah pada bears pada hari berikutnya. Namun pernah juga IHSG naik selama 17 hari berturut-turut (wow!!!). Pernah terjadi sebanyak dua kali malahan. Kejadian pertama adalah pada kurun waktu dari tanggal 7 September 1987 s.d 29 September 1987. Sayangnya selama 17 hari tersebut total kenaikannya hanyalah 3.35%. Kejadian kedua adalah pada tanggal 26 Oktober 1993 s.d 18 November 1993. Kali ini kenaikannya lumayan besar yaitu sebesar 15.2%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya kenaikannya, IHSG akan berpeluang besar menguat setelah 5 hari mengalami penurunan. IHSG mengalami penurunan selama 5 hari secara berturut-turut hanya terjadi sebanyak 57 kali. Penurunan secara berturut-turut yang terlama adalah 15 hari yang terjadi sebanyak dua kali yaitu pada tahun 1990 dan 1994.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yah, itu semua hanyalah statistik. Belum tentu ke depannya akan terjadi hal yang sama.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Bagaimana IHSG ‘berdansa’ selama Pemilu?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, ini dia yang menarik. Karena sebentar lagi Pemilu akan tiba, seru juga kalau kita mengutak-atik kemungkinan pergerakan IHSG. Banyak investor yang cukup ketar-ketir menghadapi Pemilu kali ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba kita ambil data setahun sebelum sampai dengan setahun sesudah Pemilu. Saya ambil hanya dua kali Pemilu karena diadakan pada era Reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMILU 1999&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpQ2aeGI/AAAAAAAAADs/PW3_FWf-8vk/s320/pemilu_99.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292328405383673954" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ternyata pada tahun 1999, market hanya sebentar saja merespons positif hasil Pemilu. Setelahnya, IHSG terus merosot sampai dengan akhir tahun 2000. Yang menarik, mulai dari bulan Oktober 1998, IHSG cenderung mengalami kenaikan sampai dengan menjelang Pemilu. Hal ini menandakan adanya harapan yang besar terhadap hasil Pemilu pertama di era Reformasi ini. Ternyata hasil Pemilu ditanggapi dengan dingin oleh market yang menurun setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;PEMILU 2004&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu tahun 2004 merupakan tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia karena untuk pertama kalinya kita dapat memilih Presiden secara langsung.&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 218px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpcxvqzI/AAAAAAAAAD0/agHOl32iuJk/s320/pemilu_04.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292328408585317170" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari grafik terlihat bahwa kenaikan yang terjadi dari awal tahun 2003 dan sempat terhenti selama masa-masa Pemilu berlanjut lagi sampai dengan akhir tahun 2005. Periode tahun 2003 sampai dengan pertengahan tahun 2007 sendiri akhirnya menjadi bubble terbesar sepanjang sejarah IHSG. Tentu saja bukan hanya Pemilu yang mempengaruhi pergerakan IHSG namun tidak ada salahnya kita berjaga-jaga kan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana dengan Pemilu 2009? Kita hanya bisa wait and see saja. Semoga hasilnya bagus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan data dan grafik yang saya berikan paling tidak kita bisa melihat bagaimana perilaku IHSG pada masa-masa tertentu. Yang harus diingat, tidak ada hal yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesterday is history, tomorrow is mistery, today is a gift. That’s why we call it ‘present’ (pasti udah tau saya ambil dari mana hehehe).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Disclaimer is on&lt;/strong&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;This article is also posted at: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://parahita.wordpress.com/2008/12/27/ihsg-dalam-statistik/ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : portalreksadana.com&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-4109843690191930293?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/4109843690191930293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=4109843690191930293' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/4109843690191930293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/4109843690191930293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2009/01/ihsg-dalam-statistik.html' title='IHSG dalam Statistik'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SXIgpDcnFXI/AAAAAAAAADc/_xXhDZObfVg/s72-c/daily_movement.gif' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-8769562611053032443</id><published>2009-01-03T07:18:00.000-08:00</published><updated>2009-01-04T07:27:04.568-08:00</updated><title type='text'>Madoff dan Tipu-tipu Investasi ala Skema Ponzi</title><content type='html'>Selain krisis, pasar finansial dunia kini sedang digegerkan oleh kasus penipuan melalui Skema Ponzi ala Bernard Madoff. Jumlah penipuannya pun bikin kita geleng-geleng karena mencapai US$ 50 miliar, atau hampir setara dengan cadangan devisa Indonesia yang kini sebesar US$ 50,180 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Korban-korbannya pun bukan lah sekedar investor kelas teri, melainkan investor dari kalangan perbankan besar seperti HSBC. Madoff melakukan penipuan melalui perusahaan investasinya yakni Madoff InvestmentSecurities.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sebenarnya Skema Ponzi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema Ponzi merupakan sebuah istilah untuk praktek kotor dalam bisnis keuangan yang menjanjikan pemberian keuntungan berlipat ganda yang jauh lebih tinggi dari keuntungan bisnis riil bagi investor yang mau menyimpan dana investasinya lebih lama di perusahaan investasi seperti sekuritas, bank, asuransi ataupun investment banking. Para invesor umumnya tidak tahu dan tidak mau tahu darimana perusahaan membayar keuntungan yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nama Ponzi diambil dari seorang penipu bernama Charles Ponzi yang tinggal di Boston, AS. Ponzi terkenal dengan penipuannya karena menawarkan investasi berupa transaksi spekulasi perangkoAS terhadap perangko asing di era 1919-1920.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam penelusuran detikFinance, Ponzi mendirikan The Security Exchange Company pada 26 Desember 1919, yang menjanjikan investasi dengan balas jasa 40% dalam 90 hari. Padahal kala itu bunga bank yang pada saat itu hanya 5% per tahun. Tidak sampai satu tahun, diperkirakan sekitar 40,000 orang mempercayakan sekitar US$ 15 juta atau sekarang senilai US$ 140 juta dalam perusahaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untung yang dijanjikan Ponzi ternyata hasil tambal sulam. Pada pertengahan Agustus 1920, audit oleh pemerintah terhadap usaha Ponzi menemukan bahwa Ponzi sudah bangkrut. Total aset yang dimilikinya sekitar US$ 1,6 juta, jauh dibawah nilai hutangnya kepada investor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Skema penipuan ini juga sering terjadi di Indonesia. Ada sebuah perusahaan menjanjikan keuntungan besar, namun sebenarnya keuntungan itu dibayar dengan dana yang masuk dari anggota baru.Tidak pernah ada investasi riil. Kasus besar yang pernah terjadi adalah penipuan PT Qurnia Subur Alam Raya atau QSAR yang menggelapkan dana nasabah melalui investasi agribisnisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, yang dilakukan oleh investor kawakan Wall Street, Bernard Madoff juga sedemikian. Madoff menggunakan dana dari investor baru untuk membayar bunga investor lama. Nilainya terus bertumpuk-tumpuk hingga mencapai US$ 50 miliar. Penipuan Madoff baru terungkap setelah para investor menarik dananya sehubungan dengan krisis finansial. Disitu baru diketahui bahwa Madoff sudah kehabisan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban-korban Madoff pun bersuara. Seperti dikutip dari AFP, berikut daftar korban penipuan&lt;br /&gt;Madoff:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bapepam Spanyol mengungkapkan, lembaga investasi Spanyol yang memiliki eksposure langsung di perusahaan investasi Madoff mencapai US$ 147 juta.&lt;br /&gt;Santander mengakui adanya potensi kerugian hingga US$ 3 miliar dari Madoff Investment Securities.&lt;br /&gt;Aozora Bank memiliki eksposure di investasi Madoff senilai US$ 137 juta Niponkoa Insurace Co dan Mitsui Sumitomo Insurance dan Daiwa Securities juga sudahmengakui adanya potensi kerugian beberapa ratus juta yen.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Nomura Holdings dengan eksposure 27,5 miliar yen. &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Bank swasta Austria, Medici mengakui eksporuse US4 2,1 miliar melalui dua lembaga investasinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Fortis dengan eksposure US$ 1,2 miliar&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;HSBC dengan eksposure US$ 1 miliar.&lt;br /&gt;Kasus penipuan terbesar dalam sejarah pasar finansial AS ini turut mencorang citra Securities and Exchange Commission atau Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) AS. Para investor mempertanyakanbagaimana bisa SEC kebobolan oleh penipuan yang sudah berlangsung hingga&lt;br /&gt;bertahun-tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Chairman SEC Christopher Cox akhirnya mengumumkan bahwa mereka akan melakukan investigasi untuk menyelidiki kenapa mereka bisa tidak mengendus kasus penipuan hingga US$ 50 miliar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"SEC telah mempelajari bahwa tuntutan yang spesifik dan kredibel atas kesalahan finansial&lt;br /&gt;Madoff sudah dilakukan sejak tahun 1999, dan secara berulang sudah menjadi perhatian staff SEC, namun tidak pernah direkomendasikan kepada komisi untuk diambil sebuah langkah," ujar Cox dalam pernyataannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun pada investor mengkritik kemampuan SEC mengawasi pasar. SEC sebelumnya juga dinilai gagal mengawasi pasar sehingga produk-produk spekulatif beredar dengan liar dan berujung pada krisis finansial. Kini mereka mengecam SEC karena penipuanyang sudah berlangsung bertahun-tahun bisa terjadi tanpa terendus sedikitpun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal sejumlah peringatan sudah diberikan terkait penawaran investasi Madoff ini. Termasuk artikel sebuah artikel di koran Barron pada tahun 2001, yang mempertanyakan return hingga 2 digit selama setahun yang ditawarkan Madoff. Sayang peringatan itu tampaknya diabaikan baik para investor kakap itu sendiri dan SEC sebagai pengawas.&lt;p&gt;Sumber : detik.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-8769562611053032443?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/8769562611053032443/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=8769562611053032443' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8769562611053032443'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8769562611053032443'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2009/01/madoff-dan-tipu-tipu-investasi-ala.html' title='Madoff dan Tipu-tipu Investasi ala Skema Ponzi'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-7937295589425798169</id><published>2008-12-10T06:23:00.001-08:00</published><updated>2008-12-10T07:05:03.694-08:00</updated><title type='text'>Metode Perhitungan Kinerja Portfolio</title><content type='html'>Sebagai investor, kita tentunya ingin mengetahui bagaimana kinerja portofolio investasi kita. Dalam investasi di reksa dana, misalnya, setiap bulan manajer investasi menerbitkan Fund Fact Sheet yang memuat tabel kinerja reksa dana untuk periode 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, sejak awal tahun (Year To Date/YTD) dan sejak peluncuran (Since Inception/SI). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, banyak investor yang tidak memahami bagaimana kinerja reksa dana dihitung sehingga angka?angka yang disampaikan dalam Fund Fact Sheet kemudian tidak bisa diinterpretasikan dengan benar. Dalam tulisan ini penulis mencoba  memberikan gambaran mengenai bagaimana kinerja portofolio dihitung. Untuk mempermudah pemahaman, penulis juga menyampaikan ilustrasi dengan angka-angka sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam perhitungan kinerja portofolio ada beberapa faktor yang perlu diperhatikan: &lt;br /&gt;Jangka waktu perhitungan&lt;br /&gt;Tolok ukur&lt;br /&gt;Metode perhitungan&lt;br /&gt;Ada/tidaknya arus dana masuk/keluar dalam portofolio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Sedangkan untuk metode perhitungannya ada beberapa macam, di antaranya:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 81px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_YeSaLy2I/AAAAAAAAACU/hvEjmXHj0fI/s320/mnwiria_metode1_1_0.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278175303150848866" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Agar artikel ini tidak menjadi terlalu panjang dan sulit dicerna, dalam artikel ini penulis hanya akan membahas mengenai metode yang mengabaikan tingkat risiko. Sedangkan untuk metode yang memperhitungkan tingkat risiko akan dimuat dalam artikel lanjutan  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita mulai pembahasan dengan langsung membahas ilustrasi berikut ini. Misalkan portofolio anda memiliki kinerja sebagai berikut dan tidak ada penambahan dana selama periode investasi.&lt;br /&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 119px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_YeSn0xII/AAAAAAAAACc/gxNn9ccMBiw/s320/mnwiria_metode2_1.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278175303208060034" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Arithmetic return &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menggunakan metode arithmetic return, maka return rata-rata per tahun dihitung menggunakan rumus&lt;br /&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 122px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_Yek4YqTI/AAAAAAAAACk/lxuEhHBJEAA/s320/mnwiria_metode3_1_2.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278175308109359410" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perhitungan historical return dengan menggunakan arithmetic return memberikan informasi yang salah, karena hanya menghitung rata-rata kinerja, tidak memperhitungkan efek bunga berbunga (compounding effect) dari investasi – dalam hal ini lebih tepat digunakan geometric return. Untuk menghitung total return (kinerja) selama 5 tahun, digunakan rumus TR = (nilai akhir – nilai awal)/(nilai awal) x 100% = (148-100)/100 x 100% = 48%. Angka 48% ini juga bisa diperoleh dengan metode geometric return. Untuk menghitung geometric return, kita gunakan variabel Holding Period Return (HPR) = 1+HPY.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 223px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_Yejke_mI/AAAAAAAAACs/zn9Zk8fJKf0/s320/mnwiria_metode4_3.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278175307757452898" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Perhitungan geometric return merupakan perhitungan time-weighted rate of return, yaitu perhitungan kinerja return yang memperhitungkan periode investasi (adanya efek compounding). Geometric return digunakan dalam perhitungan kinerja investasi untuk&lt;br /&gt;tujuan perbandingan, misalnya dengan portofolio lain atau dengan tolok ukur. Kinerja reksa dana sebagaimana dimuat dalam Fund Fact Sheet dihitung dengan metode ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana jika investor melakukan penambahan atau penarikan dana selama periode investasinya? Jika demikian, perhitungan kinerja investasinya adalah untuk mengukur pertumbuhan dananya. Untuk perhitungan kinerja investasinya, yang digunakan adalah metode Money Weighted Rate of Return (MWRR), yaitu dengan konsep Internal Rate of Return (IRR). Coba kita perhatikan ilustrasi berikut:&lt;br /&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 71px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_Ye0NLpYI/AAAAAAAAAC0/Ge-kK3ngQvw/s320/mnwiria_metode5_0.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278175312223118722" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dalam hal ini total return tidak bisa dihitung hanya dengan melihat nilai awal dan nilai akhir investasi saja:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 68px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_ZwtoGygI/AAAAAAAAAC8/fB1cduZKaYw/s320/mnwiria_metode6_0.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278176719206271490" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Untuk menghitung pertumbuhan dana, total return dihitung dengan konsep IRR:&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 65px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_Z1sTMaaI/AAAAAAAAADE/cmp-8XLDS7M/s320/mnwiria_metode7_2_0.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278176804749470114" /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dengan menggunakan kalkulator finansial atau Excel, nilai r (IRR) bisa didapat, yaitu sebesar 9.36% per tahun.QuizBerikut penulis akan memberikan kinerja investasi dua manajer investasi, A dan B. Dapatkah anda menentukan mana manajer investasi yang lebih baik kinerjanya? Metode perhitungan mana yang harus anda gunakan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;width: 250px; height: 45px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_Z7XKY9sI/AAAAAAAAADM/lKui3c_wckE/s320/mnwiria_metode8_0.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278176902154614466" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Melinda Natalia Wiria (member portalreksadana.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-7937295589425798169?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/7937295589425798169/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=7937295589425798169' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7937295589425798169'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7937295589425798169'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/12/metode-perhitungan-kinerja-portfolio.html' title='Metode Perhitungan Kinerja Portfolio'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/ST_YeSaLy2I/AAAAAAAAACU/hvEjmXHj0fI/s72-c/mnwiria_metode1_1_0.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-1700889853852522891</id><published>2008-12-10T06:20:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T06:21:49.030-08:00</updated><title type='text'>Alokasi Biaya dan Imbalan Jasa Reksa Dana</title><content type='html'>Penulis sering mendapatkan pertanyaan seputar biaya pembelian (subscription) dan penjualan kembali (redemption) unit penyertaan dari calon investor ritel yang kelihatannya sangat peduli akan kedua biaya ini. Kebetulan tidak banyak yang tahu bahwa MI di mana penulis bekerja tidak melayani nasabah ritel, sehingga tidak jarang penulis sering menerima panggilan telepon dari investor ritel yang ingin berinvestasi langsung dengan harapan bisa mendapatkan keringanan atau bahkan bebas biaya pembelian atau penjualan kembali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ternyata sebagian besar investor ritel tidak memahami struktur alokasi biaya dan imbalan jasa reksa dana. Banyak yang tidak memahami bahwa sebenarnya ada biaya-biaya yang menjadi tanggungan reksa dana, ada yang ditanggung oleh MI dan ada pula yang dibebankan kepada nasabah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam prospektus reksa dana ada bab khusus yang memuat uraian tentang alokasi biaya dan imbalan jasa reksa dana. Alokasi biaya ini biasanya terbagi dalam 3 kelompok: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Biaya yang menjadi beban reksa dana &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. imbalan jasa manajer investasi &lt;br /&gt;b. imbalan jasa bank kustodian &lt;br /&gt;c. biaya transaksi efek&lt;br /&gt;d. imbalan jasa akuntan dan konsultan hukum &lt;br /&gt;e. biaya pembuatan laporan keuangan &lt;br /&gt;f. biaya pembaharuan &amp;amp; distribusi prospektus &lt;br /&gt;g. biaya pengeluaran untuk keperluan mendesak demi kepentingan reksa dana&lt;br /&gt;h. pembayaran pajak yang berkenaan dengan biaya-biaya tersebut di atas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Biaya yang menjadi beban MI &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. biaya persiapan pembuatan reksa dana (pembuatan KIK dan dokumen-dokumen yang diperlukan, termasuk imbalan jasa akuntan, konsultan hukum dan notaris)&lt;br /&gt;b. biaya administrasi pengelolaan portofolio reksa dana (telepon, fax, fotokopi, transportasi dari MI dalam menjalankan usahanya) &lt;br /&gt;c. biaya pemasaran (termasuk biaya pencetakan, promosi dan iklan reksa dana),&lt;br /&gt;d. biaya pencetakan dan distribusi formulir transaksi (pembelian, formulir penjualan kembali, formulir pengalihan unit penyertaan dan bukti kepemilikan unit penyertaan) &lt;br /&gt;e. biaya pencetakan dan distribusi prospektus yang pertama kali&lt;br /&gt;f. imbalan jasa konsultan hukum, akuntan dan notaries serta  biaya lain kepada pihak ketiga (jika ada) sekiranya reksa dana dibubarkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Biaya yang menjadi beban pemegang unit penyertaan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. biaya pembelian unit penyertaan (subscription fee)&lt;br /&gt;b. biaya penjualan kembali unit penyertaan (redemption fee) &lt;br /&gt;c. biaya pengalihan unit penyertaan (switching fee)&lt;br /&gt;d. semua biaya bank (pemindahbukuan/transfer) sehubungan dengan pembayaran pembelian, penjualan kembali dan pengalihan unit penyertaan (jika ada). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Biaya-biaya (3 a-c) ini dibayarkan kepada agen penjual yang ditunjuk oleh MI. Nah, biaya-biaya ini bisa bervariasi dari satu agen penjual ke agen penjual lainnya, misalnya jika dalam prospektus hanya tercantum maksimumnya saja. Jadi kalau misalnya untuk subscription fee tercantum maksimum 1% dari nilai transaksi, maka agen penjual bisa membebankan angka berapapun asal tidak lebih dari 1%, atau bahkan tidak membebankan sama sekali (bebas subscription fee). Sedangkan untuk redemption fee, terkadang MI mengatur sedemikian rupa sehingga nasabah hanya dikenakan redemption fee jika sudah berinvestasi melebihi batas waktu tertentu (misalnya 1 tahun) agar investor mengambil horizon investasi jangka panjang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Melinda Natalia Wiria (member portalreksadana.com)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-1700889853852522891?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/1700889853852522891/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=1700889853852522891' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/1700889853852522891'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/1700889853852522891'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/12/alokasi-biaya-dan-imbalan-jasa-reksa.html' title='Alokasi Biaya dan Imbalan Jasa Reksa Dana'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-8606841535305890019</id><published>2008-10-31T06:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-31T06:24:08.085-07:00</updated><title type='text'>Asal Mula Permasalahan Kredit Perumahan di U.S</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQsGpApcLuI/AAAAAAAAABk/zmZWI3_Psv0/s1600-h/subprime_tree.gif"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQsGpApcLuI/AAAAAAAAABk/zmZWI3_Psv0/s320/subprime_tree.gif" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263307891130773218" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : Subprime Mortgage Credit Derivatives, Fabozzi, diolah&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dari $6.3 T securitized mortgage debt, terlihat bahwa nilai subprime mortgage di US adalah 800 miliar USD. Yang dimaksud dengan securitized adalah konversi utang menjadi surat berharga yang bisa dijual ke market.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit cerita mengenai ini. Dari $23T nilai pasar perumahan di US, 47% nya atau $10.7 T dijaminkan. Dari nilai tersebut, $6.3 T dijadikan surat berharga(securitized). Aset-aset tersebut dibagi lagi berdasarkan pihak yang menjamin (underwriter) menjadi agency mortgage dan non-agency mortgage. Pihak yang disebut agency adalah dari pemerintah, baik government agency (Ginnie Mae) ataupun government-sponsored enterprises (Fannie Mae dan Freddie Mac).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Non-agency mortgage adalah mortgage yang dengan berbagai alasan tidak memenuhi kriteria untuk dijamin oleh agency, baik karena skalanya yang terlalu besar (Jumbo Prime) maupun tidak memenuhi syarat sebagai peminjam (Alt-A dan Subprime). Seperti yang kita ketahui bersama, subprime borrower inilah yang menjadi pemicu terjadinya krisis finansial saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah sebesar $800 miliar tersebut hanyalah mortgage dan belum termasuk produk derivatifnya seperti CDO yang menggabungkan securitized mortgage tersebut dengan obligasi yang ratingnya lebih tinggi sehingga menjadi lebih "layak" sebagai instrumen investasi. Yang saya belum dapat infonya berapakah nilai sesungguhnya aset yang exposed terhadap risiko krisis finansial ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Surat berharga turunan dari subprime mortgage inilah yang menyebabkan krisis menyebar dengan cepat ke seluruh dunia. Sebuah konsekuensi dari globalisasi di mana kita bisa membeli dan menjual barang apapun dari seluruh dunia. Yes, produk derivatif/turunan adalah salah satu senjata yang paling berbahaya yang pernah diciptakan oleh Wall Street.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita mau berintrospeksi, sebenarnya apakah fungsi dari derivatif itu? Mengapa kita harus mengeluarkan CDO, futures, options, dll? Apakah tujuan utamanya untuk mencari keuntungan?Nope. Produk derivatif diciptakan untuk melakukan fungsi hedging(lindung nilai) terhadap underlying assetnya. Agar tidak membutuhkan dana yang banyak, maka pada umumnya produk derivatif memberlakukan sistem margin. Pada sistem ini, kita dapat bertransaksi walaupun dana yang kita miliki tidak cukup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Timbul pertanyaan. Lah kalo dananya tidak cukup, kekurangan dana untuk transaksi siapa yang menalangi? Dapat dikatakan kekurangan dana dalam transaksi margin, di-create out of thin air. Artinya, uang tersebut hanya secara virtual diciptakan. Hal inilah yang menyebabkan transaksi derivatif sangat berbahaya karena sangat sulit memperkirakan seberapa banyak uang "virtual" ini "diciptakan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan derivatif ini adalah permasalahan lama yang baru meledak sekarang. Permasalahan ini sudah mulai muncul dari zaman presiden Reagan yang berpendapat bahwa tidak diperlukan regulasi pada market derivatif. Akibatnya, semakin banyak produk derivatif yang membanjiri pasar dan belum dapat dikalkulasikan risikonya. Kalkulasi risiko dari derivatif menjadi semakin sulit manakala produk yang ditawarkan semakin kompleks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar mengingatkan. Bahkan peraih Nobel Ekonomi yang menjadi fund manager Long Term Capital Management(LTCM) pun gagal dalam memprediksi risiko produk derivatif. Akibatnya, tidak hanya LTCM yang ambruk karena default namun juga perekonomian seluruh dunia ikut meriang pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengutip speech dari Gordon Gekko di film Wall Street:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The point is, ladies and gentlemen, greed is good. Greed works, greed is right. Greed clarifies, cuts through, and captures the essence of the evolutionary spirit. Greed in all its forms, greed for life, money, love, knowledge, has marked the upward surge of mankind -- and greed, mark my words -- will save not only Teldar Paper but that other malfunctioning corporation called the USA...Thank you&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, tampaknya greed yang akan memakan US.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah program bail-out sebesar $700 miliar yang dipersiapakan oleh pemerintah US cukup untuk menuntaskan masalah ini?ataukah dana tersebut hanya akan menggarami lautan?&lt;br /&gt;Sumber : Bro dunkz (member portal reksadana)&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-8606841535305890019?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/8606841535305890019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=8606841535305890019' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8606841535305890019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8606841535305890019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/asal-mula-permasalahan-kredit-perumahan.html' title='Asal Mula Permasalahan Kredit Perumahan di U.S'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQsGpApcLuI/AAAAAAAAABk/zmZWI3_Psv0/s72-c/subprime_tree.gif' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-3315465058285306121</id><published>2008-10-24T10:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-24T10:24:21.546-07:00</updated><title type='text'>Trik memilih investasi</title><content type='html'>Saat ini banyak orang yang menanyakan tentang investasi apa yang bagus untuk masa dapan mereka.&lt;br /&gt;Jujur saja penulis agak bingung untuk menjawab pertaanyaan yang sebenarnya sederhana. &lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang mesti diperhatikan untuk memilih investasi yang cocok untuk seseorang.&lt;br /&gt;Pertama, sesuaikan investasi anda dengan profil resiko anda. Misalnya saja bila anda termasuk tipe yang konserfatif, maka investasi anda yang cocok untuk anda adalah deposito, RDPU, emas, tanah, tabungan rencana, dll (walaupun ada bebrapa diantara itu menurut saya kurang pas sebagai dikatakan investasi karena inflasi lebih besar daripada inflasi).&lt;br /&gt;Tipe selanjutnya adalah toleransi dengan sedikit resiko, maka tipe yang cocok untuk mereka adalah Obligasi, Asuransi plus investasi(unit link), sukuk, RDPT, properti, dll.&lt;br /&gt;Tipe selanutnya adalah berani mengambil resiko walaupun tidak begitu besar, maka tipe yang cocok adalah RDC, unit link, saham defensif, dll.&lt;br /&gt;Tipe sekanjutnya adalah pengambil resiko tinggi (risk taker), maka tipe yang cock untuk anda adalah RDS dan Saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, sesuaikan investasi anda dengan waktu yang ingin ditempuh.&lt;br /&gt;Misalnya bila tujuannya untuk jangka pendek (kurang dari setahun) maka yang cocok untuk anda adalah RDPU, deposito, tabungan rencana, dll.&lt;br /&gt;Bila tujuannya untuk jangka menengah, maka investasi yang cocok untuk anda adalah RDPT, obligasi, sukuk, emas, tanah, dll.&lt;br /&gt;Bila tujuannya untuk jangka panjang, maka investasi yang cocok untuk anda adalah RDS, saham, unit link, dana pensiun, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga,sesuaikan investasi anda dengan jumlah investasi yang tersedia.&lt;br /&gt;Misalnya bila anda memiliki dana yang jumlahnya sedikit, maka anda boleh mencoba Reksa Dana, deposito, tabungan rencana.&lt;br /&gt;Bila anda memiliki dana yang jumlahnya lumayan, maka anda boleh memilih Reksa Dana, emas, obigasi, sukuk, unit link, dana pensiun, dll.&lt;br /&gt;Bila anda memiliki dana yang jumlahnya cukup besar, makaanda boleh memilih Reksa Dana, emas, properti, saham, unit link, obligasi, sukuk,dll.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Keempat, sesuaikan investasi anda dengan kemampuan yang anda miliki.&lt;br /&gt;Bila anda sama sekali tidak mengetahui bagaimana prospek tentang Reksa Dana (dan instrumen yang lain), maka jangan pilih instrumen tersebut (walaupun sebenarnya dapat dipelajari).&lt;br /&gt;Memang sebagian besar investasi yang relatif simple untuk masyarakat umum mempunyai keuntungan yang sebagaian besar relatif kecil (misalnya deposito, dana pensiun, tabungan rencana, dll) tapi itu lebih baik dari pada anda tidak memahami investasi yang anda pilih yang kemungkinan anda menderrita kerugian dengan jumlah besar.&lt;br /&gt;Sumber : penulis (Barkah Alkhaliq)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-3315465058285306121?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/3315465058285306121/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=3315465058285306121' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3315465058285306121'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3315465058285306121'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/trik-memilih-investasi.html' title='Trik memilih investasi'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-187405237898306272</id><published>2008-10-21T10:23:00.000-07:00</published><updated>2008-10-22T22:10:54.032-07:00</updated><title type='text'>Profil resiko</title><content type='html'>&lt;p&gt;Ingin tahu seberapa besar profil resiko anda?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jawab pertanyaan berikut lalu jumlahkan nilai yang tertera.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;1. Berapa usia Anda?&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;a. 21-35 tahun.    (20)&lt;br /&gt;b. 36-49 tahun.    (10)&lt;br /&gt;c. 50 tahun lebih. (2)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan sikap anda terhadap resiko?&lt;br /&gt;a. Saya berani dan bersedia mengambil resiko yang tinggi dalam investasi untuk meningkatkan kemungkinan memperoleh&lt;br /&gt;   hasil yang lebih besar pula.    (10)&lt;br /&gt;b. Saya selalu berhati-hati tetapi saya bersedia mempertimbangkan resiko tertentu untuk meningkatkan kemungkinan&lt;br /&gt;   memperoleh hasil yang lebih tinggi. (5)&lt;br /&gt;c. Saya sangat tidak menyukai resiko dan saya tidak ingin nilai investasi saya menurun walaupun sedikitpun. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pertanyaan manakah yang paling tepat menggambarkan sikap diri Anda sendiri?&lt;br /&gt;a. Saya menganggap diri saya sebagai investor dan saya bersedia mengambil resiko dalam investasi untuk memperoleh hasil&lt;br /&gt;   yang lebih besar pula. (10)&lt;br /&gt;b. Saya menganggap diri saya cenderung sebagai penabung daripada sebagai investor, tetapi saya bersedia mengambil resiko&lt;br /&gt;   tertentu dalam investasi untuk memperoleh hasil yang lebih tinggi. (5)&lt;br /&gt;c. Saya menganggap diri saya sebagai penabung. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Bagaimana pandangan Anda mengenai kemungkinan Anda kehilangan dari nilai investasi Anda?&lt;br /&gt;a. Saya tidak keberatan dengan kemungkinan saya menderita kerugian dari investasi ini karena saya telah menyediakan dana&lt;br /&gt;   cadangan untuk kehidupan kebutuhan hidup saya. (10)&lt;br /&gt;b. Saya dapat menerima sedikit naik turun dari hasil investasi saya (termasuk kerugian) karena saya melakukan investasi&lt;br /&gt;   untuk jangka panjang. (5)&lt;br /&gt;c. Saya tidak ingin menderita kerugian sedikitpun dari investasi saya karena saya tidak memiliki dana cadangan untuk&lt;br /&gt;   memenuhi kebutuhan hidup saya. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kapan kira-kira Anda akan mulai memanfaatkan hasil investasi anda?&lt;br /&gt;a. Lebih dari 5 tahun yang akan datang.(10)&lt;br /&gt;b. Antara 3-5 tahun mendatang.         (5)&lt;br /&gt;c. Dalam 3 tahun mendatang.            (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Berapa persen dari total asset Anda (misalnya uang tunai) yang akan Anda alokasikan untuk investasi ini?&lt;br /&gt;a. Lebih dari 70%.  (10)&lt;br /&gt;b. Antara 35%-70%.  (5)&lt;br /&gt;c. Kurang dari 35%. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Apakah Anda merasa perlu melakukan investasi ini untuk mendukung pendapatan tahunan rutin Anda?&lt;br /&gt;a. Hampir tidak juga, karena saya sudah memiliki pendapatan rutin yang lebih dari cukup yang berasal dari gaji dan sumber&lt;br /&gt;   pendapatan lainnya (termasuk investasi saya disini) untuk memenuhi kebutuhan hidup saya. (10)&lt;br /&gt;b. Mungkin, tergantung dari kondisi keuangan saya dalam beberapa tahun mendatang. Saya juga mungkin harus mencairkan &lt;br /&gt;   investasi saya untuk menunjang pendapatan saya. (5)&lt;br /&gt;c. Pasti, saya pasti akan menarik sebagian dari investasi ini tiap tahun untuk mendukung pendapatan rutin saya. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Apakah Anda memperkirakan suatu pengeluaran besar dalam kurun 5 tahun mendatang, yang akan menyebabkan Anda harus&lt;br /&gt;   mencairkan seluruh investasi Anda ini (misalnya membeli rumah, membeli mobil, membayar kuliah, dll)?&lt;br /&gt;a. Saya hampir tidak mungkin akan mencairkan investasi saya ini dalam kurun waktu 5 tahun. (10)&lt;br /&gt;b. Walaupun saya mungkin perlu melakukan suatu pengeluaran besar dalam 5 tahun mendatang, mungkin saya tidak akan perlu&lt;br /&gt;   melakukan pencairan investasi untuk membiayainya. (5)&lt;br /&gt;c. Ya, saya akan mencairkan investasi saya ini dalam waktu 5 tahun mendatang untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran&lt;br /&gt;  besar yang saya perkirakan. (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan tujuan Anda berinvestasi?&lt;br /&gt;a. Saya melakukan investasi untuk tujuan jangka panjang (pensiun, biaya kuliah anak, dll).    (10)&lt;br /&gt;b. Saya melakukan investasi untuk tujuan jangka menengah (membeli mobil, membeli rumah, dll). (5)&lt;br /&gt;c. Saya melakukan investasi untuk memenuhi kebutuhan hidup saya sehari-hari.                  (1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlahkan nilai Anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil:&lt;br /&gt;Niali 1-24 (Conservative)     :&lt;br /&gt;-Money Market/TD (0-1yr) 90%&lt;br /&gt;-Fixed Income    (1-3yr) 10%&lt;br /&gt;-Balanced        (3-5yr) 0%&lt;br /&gt;-Equity          (&gt;5yr)  0% &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai 25-49 (Tolerant)        :&lt;br /&gt;-Money Market/TD (0-1yr) 20%&lt;br /&gt;-Fixed Income    (1-3yr) 70%&lt;br /&gt;-Balanced        (3-5yr) 10%&lt;br /&gt;-Equity          (&gt;5yr)  0%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Niali 50-74 (Growth Oriented) :&lt;br /&gt;-Money Market/TD (0-1yr) 10%&lt;br /&gt;-Fixed Income    (1-3yr) 20%&lt;br /&gt;-Balanced        (3-5yr) 60%&lt;br /&gt;-Equity          (&gt;5yr)  10%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai 75-100 (Risk Taker)     :&lt;br /&gt;-Money Market/TD (0-1yr) 5%&lt;br /&gt;-Fixed Income    (1-3yr) 0%&lt;br /&gt;-Balanced        (3-5yr) 15%&lt;br /&gt;-Equity          (&gt;5yr)  80%&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sumber : PNM&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-187405237898306272?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/187405237898306272/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=187405237898306272' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/187405237898306272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/187405237898306272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/profil-resiko.html' title='Profil resiko'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-2989338017863052621</id><published>2008-10-21T09:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-21T09:36:52.204-07:00</updated><title type='text'>Memahami Karakteristik Reksadana Saham</title><content type='html'>Berdasarkan pengalaman berinteraksi dengan banyak investor, pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, jadi seharusnya mereka bisa jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali di harga yang lebih rendah. Kenapa didiamkan saja portofolionya?" sering mengemuka dan sering menjadi pertanyaan yang emosional bagi investor, terutama yang sudah mulai panik melihat trend penurunan indeks. Menurut hemat penulis, pertanyaan tersebut muncul dari nasabah yang belum memahami esensi dari reksa dana saham. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis sering menjelaskan sbb: untuk reksa dana saham, terlepas ada atau tidaknya aturan mengenai batasan minimum 80% di saham dalam batasan investasi reksa dana saham, kecil kemungkinan MI akan berani menurunkan porsi sahamnya secara signifikan. Mengapa? karena selalu ada kemungkinan indeks berbalik arah dengan cepat. Lain halnya dengan reksa dana campuran, yang batasan investasinya memang memiliki fleksibilitas yang memungkinkan MI menaikkan atau menurunkan bobot saham secara lebih leluasa. Dan seperti kita ketahui, dalam kondisi bearish, reksa dana campuran bisa lebih sedikit penurunannya dibandingkan indeks namun pada kondisi bullish, reksa dana campuran sulit untuk mengikuti kenaikan indeks. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebaiknya nasabah diberi pengertian bahwa kinerja reksa dana saham akan sangat berkorelasi dengan naik-turunnya indeks. Sementara untuk nasabah yang berharap penurunannya tidak sedalam penurunan indeks, pilihannya adalah reksa dana campuran. Konsekuensi berinvestasi di reksa dana campuran adalah potensi imbal hasilnya lebih rendah daripada reksa dana saham. karena risikonya juga lebih rendah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor juga perlu diberi pengertian bahwa sulit sekali memprediksi&lt;br /&gt;apakah indeks masih akan turun atau sudah di titik terendah serta kapan indeks akan segera berbalik arah. Pertanyaan "Harusnya kan MI bisa memprediksi kalau market akan jatuh, mereka jual sahamnya dulu - bisa juga cut loss - nanti baru beli kembali, jangan di diamkan saja," sebetulnya adalah permasalahan edukasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Investor perlu memahami bahwa sangat tidak mudah (jika sulit untuk&lt;br /&gt;mengatakan tidak mungkin) untuk mempredikasi naik-turunnya indeks.&lt;br /&gt;Kadang-kadang penulis suka menanggapi pertanyaan ini atas dengan&lt;br /&gt;sedikit bercanda, "Kalau saja ada orang atau MI yang bisa memprediksi indeks akan jatuh atau akan naik, maka ia tidak perlu bekerja jadi analis atau jadi MI sekalipun. Cukup tinggal di rumah saja dan pasti kaya raya dengan jual beli saham... "  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu dipahami pula bahwa reksa dana saham sejatinya adalah instrumen investasi jangka panjang yang cocok untuk investor yang memiliki kapasitas untuk menunggu. Dengan adanya kapasitas ini berarti investor tidak perlu terlalu concerned dengan fluktuasi pasar dalam jangka pendek, melainkan lebih berpegang pada potensi reksa dana untuk menghasilkan pertumbuhan investasi dalam jangka panjang. Terkait dengan horison jangka panjang ini pengelolaan reksa dana bertumpu pada analisa fundamental (identifikasi katalis dan potensi laba emiten di masa mendatang), bukan pada analisa teknikal yang memonitor pergerakan indeks jangka pendek (identifikasi support dan resistance level). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syukurlah penulis saat ini mendapati bahwa sudah jauh lebih banyak&lt;br /&gt;nasabah yang mengerti dari pada yang tidak mengerti tentang hal di&lt;br /&gt;atas. Sehingga, sekali lagi, kuncinya adalah edukasi. Makin banyak&lt;br /&gt;investor yang cerdas, makin kuat industri reksa dana kita dan makin&lt;br /&gt;berkembang juga perekonomian kita karena pasar modal bisa berperan lebih besar dalam perekonomian nasional. &lt;br /&gt;Sumber : Melinda Natalia Wiria (member portal reksadana)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-2989338017863052621?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/2989338017863052621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=2989338017863052621' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/2989338017863052621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/2989338017863052621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/memahami-karakteristik-reksadana-saham.html' title='Memahami Karakteristik Reksadana Saham'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-7137281726872122045</id><published>2008-10-20T02:31:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T02:55:10.484-07:00</updated><title type='text'>Berita Harian : IHSG 20 Oktober 2008</title><content type='html'>&lt;p&gt;IHSG hari Senin 20 Oktober 2008 ditutup menguat  27,514 poin (1,97%) ke posisi 1.426,938&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Topp Gainer               : CPRO-W    +3 (33,33%)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Top loser                     : BUDI-W    -137 (-73,26)&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Most Active Stocks    : CPIN Value: 691.049,54  Vol: 3.636.524&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Most Active Brokers : Indo Premier Securities Value :82.828.976.000  Vol: 66.482.000 &lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-7137281726872122045?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/7137281726872122045/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=7137281726872122045' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7137281726872122045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/7137281726872122045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/berita-harian-ihsg-20-oktober-2008.html' title='Berita Harian : IHSG 20 Oktober 2008'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-3383639222374502423</id><published>2008-10-20T02:29:00.000-07:00</published><updated>2008-10-20T02:31:03.467-07:00</updated><title type='text'>Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?</title><content type='html'>Dalam prakteknya, Manajer investasi tidak menunggu investor untuk memasukkan uang lebih dulu sebelum mereka membeli produk investasi, tapi dibalik. Mereka beli dulu produk-produk investasinya, baru kemudian investasi itu dijajakan kepada investor. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana caranya? Oke, pertama-tama, manajer investasi (yang menerbitkan Reksa Dana) akan mengundang sejumlah pihak untuk menjadi sponsor/promotor (penyandang dana). Dari sponsor inilah akan didapat dana yang cukup besar, yang akan dialokasikan ke sejumlah produk investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk contoh, kita misalkan saja total dana yang didapat dari sponsor adalah Rp 1 triliun. Dana sebesar itu, oleh Perusahaan Reksa Dana (melalui tim pengelola investasi-nya) akan dibelikan sejumlah investasi, seperti dibelikan sejumlah deposito di berbagai bank, dengan jangka waktu satu bulan. Contoh seperti Tabel 1. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu, Perusahaan Reksa Dana akan membagi investasi tersebut ke dalam pecahan-pecahan kecil, yang disebut dengan nama Unit Penyertaan (UP), dimana masing-masing UP akan bernilai Rp 1.000. Sehingga dari total investasi senilai Rp 1 triliun seperti dicontohkan diatas akan didapat UP sebanyak Rp 1 triliun : Rp 1.000 = 1 miliar UP. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, UP inilah yang akan diterbitkan dan dijual ke masyarakat. Dengan demikian, investasi yang dilakukan oleh investor adalah dengan cara membeli UP itu. Untuk menyeragamkan, maka UP Reksa Dana pada awalnya selalu dijual dengan harga awal Rp 1.000. Dalam hal ini, harga atau nilai UP tersebut disebut juga dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah UP yang dibeli investor berbeda-beda, ada yang hanya membeli 100 UP, tetapi ada juga yang membeli 1.000, 5.000, atau bahkan 10.000 UP. Semua itu tergantung dana masing-masing investor. Selain itu, investor juga harus membayar komisi untuk Perusahaan Reksa Dana, yang biasanya maksimal sekitar 0,75% sampai dengan 3% dari total investasi Anda. Sebagai contoh, bila Anda membeli 1.000 UP dengan harga total Rp 1.000.000, maka Anda harus menambahkan sekitar Rp 7.500 sampai Rp 30.000 untuk komisi manajer investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia reksa dana, komisi untuk manajer investasi ini sering disebut dengan nama "biaya penjualan". Ini karena komisi tersebut harus Anda bayar pada saat Anda membeli UP yang dijual itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, karena reksa dana diatas dialokasikan ke dalam Deposito Berjangka 1 bulan, maka tentunya setelah 1 bulan, akan ada bunga deposito yang didapat, sehingga akibatnya NAB dari UP Anda akan naik. Dalam contoh di atas, kita misalkan bahwa masing-masing deposito akan memberi bunga yang sama (meski kenyataannya akan berbeda-beda), seperti contoh tabel 2. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut contoh tersebut, nilai UP yang tadinya dibeli seharga Rp 1.000, setelah satu bulan telah naik menjadi Rp 1.010. Ini berarti, dalam 1 bulan, si pemilik UP (investor) telah mendapatkan kenaikan NAB sebesar 1% per bulan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kenyataannya, perubahan NAB suatu reksa dana sangat bergantung pada instrumen investasi yang dipilih tim pengelola investasi. Apabila mereka memilih instrumen deposito sebagai produk investasinya, maka NAB reksa dananya akan terus naik dan tidak mungkin mengalami penurunan. Ini karena sifat deposito yang pasti memberikan keuntungan berupa bunga, sehingga akan terus menambah nilai aset reksa dana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi ada juga reksa dana yang khusus berinvestasi ke dalam saham. Saham, tidak seperti deposito, memiliki kemungkinan keuntungan yang tidak pasti sifatnya. Bisa naik, bisa pula turun. Karena itu, nilai UP pada reksa dana saham memiliki kemungkinan untuk naik dan juga untuk turun. UP yang tadinya Anda beli seharga Rp 1.000, misalnya, bisa saja jadi Rp 900 pada satu bulan kemudian karena saham-saham yang dipilih oleh manajer investasi turun nilainya. Di sisi lain, bila nilai saham naik, besar kenaikan tersebut bisa lebih besar daripada deposito. Itulah sebabnya, reksa dana jenis ini disebut dengan nama reksa dana growth income. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reksa dana lainnya ada yang berinvestasi ke dalam obligasi (surat hutang), dan ada juga yang berinvestasi ke dalam kombinasi dari dua atau lebih instrumen investasi, semisal gabungan saham dan obligasi, atau obligasi dan deposito. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, sebelum membeli reksa dana, tanyalah pada si penjual reksa dana atau bacalah terlebih dahulu prospektusnya (penjelasannya) sehingga Anda tahu reksa dana jenis apakah yang akan Anda beli. Apakah itu reksa dana yang mengalokasikan investasinya pada saham, obligasi, deposito, atau kombinasi antara dua atau tiga instrumen investasi.&lt;br /&gt;(dikutip dari perencanaankeuangan.com)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-3383639222374502423?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/3383639222374502423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=3383639222374502423' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3383639222374502423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3383639222374502423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/bagaimana-cara-kerja-reksa-dana.html' title='Bagaimana Cara Kerja Reksa Dana?'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-8261371370727619018</id><published>2008-10-19T11:07:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T19:32:15.705-07:00</updated><title type='text'>Apa itu Reksa Dana</title><content type='html'>&lt;p&gt;Menurut sumber dari wikipedia Pengertian Reksadana Reksadana berasal dari kata ’’reksa’’ yang berarti kelola atau pelihara dan ’’dana’’ yang berarti uang. Jadi, reksadana dapat diartikan pengelolaan uang atau kumpulan uang yang dikelola bersama. Berdasarkan Undang-Undang No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal, dinyatakan bahwa ’’Reksadana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, dan selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi’’. Pengertian tersebut, memiliki tiga unsur penting yaitu, pertama, adanya dana dari investor; kedua, dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek; dan ketiga, dana tersebut dikelola oleh manajer investasi. Reksadana bertujuan untuk membantu dan memobilisasi pemodal kecil dan pemodal badan usaha untuk melakukan investasi di pasar modal. Dengan membeli reksadana, maka para pemodal telah melakukan investasi langsung pada surat berharga. Secara prinsip, investasi pada reksadana dilakukan dengan menyebar sejumlah investasi pada beberapa efek yang diperdagangkan di pasar modal (seperti saham, obligasi, dan efek lainnya) dan pasar uang. Hal ini untuk memperkecil risiko yang dihadapi oleh investor sesuai dengan istilah yang sangat dikenal dalam pasar modal ’’don’t put all your eggs on the one of basket’’. Reksadana merupakan sebuah sertifikat yang menjelaskan bahwa pemiliknya menitipkan sejumlah uang kepada pengelola reksadana, untuk dipergunakan sebagai modal dalam berinvestasi di pasar uang atau pasar modal. Dibanding dengan instrumen investasi lain, reksadana dapat memberikan fasilitas berupa penciptaan skala ekonomi dalam berinvestasi melalui penggabungan dana antara para pemodal untuk menciptakan investasi dalam skala besar, dapat meminimumkan risiko karena dilakukannya diversifikasi portofolio dan penyediaan tenaga manajemen profesional dengan biaya operasional yang rendah serta terlindungi dari berbagai praktek kecurangan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Lalu menurut sumber dari danareksa online Secara definisi, Reksa Dana adalah wadah untuk menghimpun dana masyarakat yang dikelola oleh badan hukum yang bernama manajer investasi untuk kemudian diinvestasikan ke aset finansial lainnya seperti saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya. Penginvestasian dana ke dalam beberapa aset finansial inilah yang merupakan proses diversifikasi investasi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Reksa Dana, seluruh dana yang ada tidak disimpan oleh manajer investasi, tetapi disimpan di pihak yang bernama bank kustodian. Selain itu, bank kustodian juga berfungsi sebagai administrator yang mencatat dan memberikan konfirmasi atas seluruh transaksi pembelian dan penjualan Reksa Dana, serta menghitung Nilai Aktiva Bersih Reksa Dana setiap harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai Aktiva Bersih (NAB) adalah nilai yang menggambarkan total kekayaan Reksa Dana setiap harinya. Nilai ini dipengaruhi oleh pembelian dan penjualan Reksa Dana oleh para investor, selain dari harga pasar dari aset Reksa Dana itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Anda membeli Reksa Dana, maka bank kustodian akan memberikan konfirmasi berupa kepemilikan Anda atas sejumlah unit penyertaan. Unit penyertaan adalah satuan yang menunjukkan kepemilikan Anda di dalam reksa dana tersebut. Jumlah unit penyertaan ini akan tetap selama Anda tidak melakukan pembelian reksa dana lagi. Banyaknya unit penyertaan yang Anda dapatkan tergantung dari harga NAB per unit pada hari dimana Anda membeli reksa dana tersebut. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NAB per unit adalah harga yang didapatkan dari NAB sebuah reksa dana dibagi dengan total unit penyertaan yang beredar pada hari itu. NAB per unit diterbitkan setiap harinya di berbagai media, termasuk di web site ini. Perlu Anda ketahui, tingginya NAB per unit sebuah Reksa Dana tidak menunjukkan bahwa Reksa Dana itu sudah mahal, begitu pula sebaliknya. Umumnya, NAB per unit yang tinggi menunjukkan bahwa Reksa Dana itu sudah cukup lama sehingga aset-asetnya telah mengalami kenaikan nilai yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memahami transaksi dalam Reksa Dana, silahkan perhatikan ilustrasi di bawah ini :&lt;br /&gt;Pada tanggal 3 Juli 2007, Anda membeli Danareksa Mawar sebesar Rp. 10.000.000. NAB/unit Danareksa Mawar pada hari itu adalah Rp. 2.546,87. Maka unit penyertaan yang Anda miliki adalah 10.000.000/2.546,87 = 3.926,3880 unit penyertaan.&lt;br /&gt;Pada tanggal 18 Februari 2008, Anda menjual kembali seluruh Reksa Dana Anda. NAB/unit Danareksa Mawar pada hari itu adalah Rp. 5.214,84. Maka total investasi yang Anda dapatkan adalah 3.926,3880 x 5.214,84 = Rp. 20.475.485.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-8261371370727619018?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/8261371370727619018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=8261371370727619018' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8261371370727619018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/8261371370727619018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/apa-itu-reksa-dana.html' title='Apa itu Reksa Dana'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-214285944271004997.post-3900701816742628069</id><published>2008-10-19T10:21:00.000-07:00</published><updated>2008-10-19T19:37:43.244-07:00</updated><title type='text'>Selamat datang</title><content type='html'>&lt;p&gt;Selamat datang di blog investasi kita. Blog ini berisikan berbagai jenis investasi yang ada (sebagian besar Reksa Dana), trik trik investasi yang cocok buat anda, berita terkait yang up to date, dan berbagai komentar dari anda sebagai pengunjung agar blog investasi kita semakin bermutu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Walaupun isi content dalam blog ini sangat bermanfaat untuk investor yang masih cupu atau yang ingin menjadi investor, tapi tidak memungkinkan blog ini memberikan informasi yang belum diketahui oleh investor yang sudah berpengalaman.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Anda yang sudah pakar dalam bidang investasi dapat memberi saran, kritik, komentar, dll di blog ini atau langsung via email di : &lt;/p&gt;&lt;p&gt;cbslbi_bmlibmjr@yahoo.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;cbslbi.bmlibmjr@gmail.com&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sekian kata pengantar dari saya semoga blog ini banyak dikunjungi banyak orang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selamat berinvestasi&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Sesuaikan profil resiko anda dengan instrumen investasi anda.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/214285944271004997-3900701816742628069?l=trikinvestasi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/feeds/3900701816742628069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=214285944271004997&amp;postID=3900701816742628069' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3900701816742628069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/214285944271004997/posts/default/3900701816742628069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://trikinvestasi.blogspot.com/2008/10/selamat-datang.html' title='Selamat datang'/><author><name>Barkah Alkhaliq</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17764868048319862531</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_q-nsuaJFeqc/SQroP6dVlZI/AAAAAAAAABA/zcg7pE39bZg/S220/Picture0004.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
